Anak Bangsa

June 11, 2009

BIUS 2009

Filed under: Pendidikan — Icha's Blog @ 2:14 am

Jakarta, 11 Juni 2009

BIUS 2009

Besok adalah pengumuman peserta yang lolos dan berhak kuliah gratis dan mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS)… Tapi mengapa saya ikut deg-degan?? Sebagai relawan kring-kring saya tetap berhubungan dengan adik-adik yang saya hubungi kemarin serta memberi support, doa, dan motivasi kepada mereka..

Wish them their best, I’ll be happy for them :)

Wassalam.

May 22, 2009

Beasiswa ITB Untuk Semua

Filed under: Pendidikan — Icha's Blog @ 4:00 am

Pojok Kost, Jakarta Selatan

21 Mei 2009

Beasiswa ITB Untuk Semua

Di suatu siang di kantor, saya membuka milis ITB angkatan saya, 2003. Ada sebuah percakapan tentang “Beasiswa ITB Untuk Semua” yang ternyata sedang membutuhkan relawan untuk mendatangkan peserta ke ITB Bandung untuk menjalani test USM. Saya membaca milis ini dan tertarik menjadi relawan. Saya kemudian menghubungi panitia yang tercantum di milis tersebut dan setelah confirmed saya pun resmi jadi relawan.

Saya diberitahu bahwa saya memegang 9 orang anak, 4 dari Jawa Timur dan 5 dari Jawa Barat. Saya bertugas menelepon dan memberi informasi-informasi yang diperlukan kepada mereka. Dari Sembilan anak ini, saya memutuskan menghubungi yang berasal dari Jawa Timur dulu karena perjalanan mereka menuju Bandung lebih rumit. Saat ini sudah 7 orang dari mereka yang telah saya hubungi.

Subhanallah… banyak pengalaman yang saya peroleh ketika menjadi relawan ini, saya tahu betapa banyak anak-anak bangsa negeri ini nun jauh di pelosok sana yang memiliki potensi tiada batas… Biar bapaknya Supir angkot, Anaknya bisa jadi Pilot…. Saya setuju dengan iklan tersebut… Begitulah, When there is a will, there is a way… terkadang anak-anak ini terkendala masalah biaya, ketidaktahuan informasi beasiswa, dll…

Aaahhh…. Senangnya bisa menjadi bagian dari program Beasiswa ini…

Alhamdulillah.. semoga Beasiswa ini terus berlanjut setiap tahunnya dengan porsi siswa yang meningkat, sehingga semakin banyak siswa dari seluruh pelosok Indonesia yang bisa mengecap pendidikan tinggi, demi kelanjutan kualitas anak bangsa, demi kelanjutan kualitas bangsa ini sendiri di tangan mereka kelak…

Amin.

May 12, 2009

Jatuh Cintanya Seorang Aktivis Dakwah

Filed under: Ghirah Islam, Uncategorized — Icha's Blog @ 6:12 am

Bismillahirrahmanirrahim

Jakarta, 12 Mei 2009

Jatuh Cintanya Seorang Aktivis Dakwah

Baru aja baca artikel di http://arsip.kotasantri.com/mimbar.php?aksi=Cetak&sid=98 ,

artikel yang bagus.

Wassalam


April 24, 2009

Ambisi

Filed under: Uncategorized — Icha's Blog @ 3:28 am

Jakarta, 24 April 2009

Menara Standard Chartered

 

Keinginan

Bismillahirrahmanirrahim

Keinginan merupakan sesuatu yang abstrak yang membuat kita memiliki kekuatan untuk melewati segala rintangan untuk memperolehnya. Keinginan mungkin merupakan sesuatu yang dapat memompa semangat namun dapat juga merusak hati dan pikiran. Semuanya bergantung pada apa keinginan kita.

Saya sendiri memiliki keinginan yang banyak dan sering kali berubah-ubah. Saat ini saya memiliki keinginan yang menurutku cukup baik dan perlu dijaga konsistensinya. Yaitu keinginan untuk memanfaatkan waktu 24 jam sehari dengan jujur, bermanfaat, sesuai syariat, dan berkah. Contohnya bekerja dikantor dengan tujuan agar tugas-tugas dapat selesai dengan tepat waktu dan sesuai dengan sasaran, dengan cara yang jujur dan ahsan. Mengurangi waktu tidur dari 7 jam menjadi 5 jam. Sepulang kantor mengagendakan sesuatu yang bermanfaat untuk dikerjakan. Dsb. Walau dimulai dari hal yang kecil dan sederhana, namun semoga tetap bisa dijalankan dengan konsisten. Karena “al-waktu ka shshoif”, waktu itu bagaikan pedang.

Wassalam.

The Beautiful Heart

Filed under: Uncategorized — Icha's Blog @ 2:26 am

Jakarta, 24 April 2009

Bismillahirrahmanirrahim

Berikut adalah sebuah kisah yang saya petik dari sebuah blog yang bagus yang saya baca. Semoga ini bukan pelanggaran hak cipta publish karena saya mencantumkan alamat sumber. Selamat menikmati dan mengambil hikmahnya.

Sumber: http://ritaindrayani.blogspot.com/2008/09/beautiful-heart.html

John Blanchard stood up from the bench, straightened his Army uniform, and studied the crowd of people making their way through Grand Central Station. He looked for the girl whose heart he knew, but whose face he didn’t, the girl with the rose. His interest in her had begun thirteen months before in a Florida library. Taking a book off the shelf he found himself intrigued, not with the words of the book, but with the notes penciled in the margin. The soft handwriting reflected a thoughtful soul and insightful mind. In the front of the book, he discovered the previous owner’s name, Miss Hollis Maynell. With time and effort he located her address. She lived in New York City. He wrote her a letter introducing himself and inviting her to correspond. The next day he was shipped overseas for service in World War II. During the next year and one month the two grew to know each other through the mail. Each letter was a seed falling on a fertile heart. A romance was budding. Blanchard requested a photograph, but she refused. She felt that if he really cared, it wouldn’t matter what she looked like. When the day finally came for him to return from Europe, they scheduled their first meeting – 7:00 PM at the Grand Central Station in New York. “You’ll recognize me,” she wrote, “by the red rose I’ll be wearing on my lapel.” So at 7:00 he was in the station looking for a girl whose heart he loved, but whose face he’d never seen. I’ll let Mr.. Blanchard tell you what happened:

A young woman was coming toward me, her figure long and slim. Her blonde hair lay back in curls from her delicate ears; her eyes were blue as flowers. Her lips and chin had a gentle firmness, and in her pale green suit she was like springtime come alive. I started toward her, entirely forgetting to notice that she was not wearing a rose. As I moved, a small, provocative smile curved her lips. “Going my way, sailor?” she murmured. Almost uncontrollably I made one step closer to her, and then I saw Hollis Maynell. She was standing almost directly behind the girl. A woman well past 40, she had graying hair tucked under a worn hat. She was more than plump, her thick-ankled feet thrust into low-heeled shoes. The girl in the green suit was walking quickly away. I felt as though I was split in two, so keen was my desire to follow her, and yet so deep was my longing for the woman whose spirit had truly companioned me and upheld my own. And there she stood. Her pale, plump face was gentle and sensible, her gray eyes had a warm and kindly twinkle. I did not hesitate. My fingers gripped the small worn blue leather copy of the book that was to identify me to her. This would not be love, but it would be something precious, something perhaps even better than love, a friendship for which I had been and must ever be grateful. I squared my shoulders and saluted and held out the book to the woman, even though while I spoke I felt choked by the bitterness of my disappointment. “I’m Lieutenant John Blanchard, and you must be Miss Maynell. I am so glad you could meet me; may I take you to dinner?” The woman’s face broadened into a tolerant smile. “I don’t know what this is about, son,” she answered, “but the young lady in the green suit who just went by, she begged me to wear this rose on my coat. And she said if you were to ask me out to dinner, I should go and tell you that she is waiting for you in the big restaurant across the street. She said it was some kind of test!” It’s not difficult to understand and admire Miss Maynell’s wisdom. The true nature of a heart is seen in its response to the unattractive.

Wassalam.

April 17, 2009

Penempatan BPS-2 2008 Pertamina

Filed under: Uncategorized — Icha's Blog @ 1:32 am

Jakarta, 11 April 2009

Bismillahirrahmanirrahim

 

Hmm… ini kali pertama saya memulai menulis dengan kota Jakarta, biasanya Sangatta :). Yah, kemarin BPS Batch 2 2008 Pertamina yang merupakan angkatanku telah dilantik. Setelah pelantikan itu menyusul pengumuman penempatan tiap-tiap dari kami. Saya sendiri ditempatkan di Jakarta, Alhamdulillah. Saya sendiri memang berharap ditempatkan di sini dikarenakan beberapa pertimbangan.

Hmm.. udah dulu deh,, mau kerja :)

Wassalam.

March 3, 2009

Bincang-Bincang; Konsep Pendidikan, Keterampilan, dan Kesempurnaan Penyelesaian Pekerjaan

Filed under: Pendidikan — Icha's Blog @ 12:06 am

Bismillahirrahmanirrahim
Sangatta, 2 March 2009

Bincang-Bincang; Konsep Pendidikan, Keterampilan, dan Kesempurnaan Penyelesaian Pekerjaan


Suatu waktu, saya berbincang-bincang dengan sodara seputar kurikulum pendidikan. Dari hasil pengamatannya sewaktu di Australia dulu, ia mengatakan bahwa kurikulum disana cukup berbeda dengan kurikulum di kita. Setidaknya yang dia amati disana adalah sistem pendidikan tingkat TK-SD. Jika dibandingkan dengan kurikulum Indonesia yang lebih menekankan ke sistem hafalan terhadap banyaknya materi pelajaran, umumnya anak-anak di luar lebih difokuskan ke arah proses, pengalaman, serta pendalaman terhadap ide kurikulum itu sendiri.

Misalnya begini, di Indonesia kita disuruh menghafal sistem tata surya yang terdiri dari matahari, planet-planet, serta benda-benda langit lain yang mengitarinya. Sementara di luar, para murid diajarkan untuk membuat sistem tata surya tersebut. Mereka membuat matahari, planet2 dan benda lainnya, serta kerangka lintasannya. Sehingga mereka lebih terlibat dengan dunia dari konsep itu sendiri.

Menghafal merupakan cara belajar lama dan baik untuk meningkatkan daya ingat. Namun membuat/mengerjakan/mewujudkan konsep hafalan itu sendiri menurutku merupakan cara belajar paling efektif untuk lebih memahami sesuatu serta memicu perkembangan kreativitas anak. Cabang-cabang ide dapat bermunculan dalam proses pembuatan tersebut. Namun selain pemikiran, menurutku sense keteknikan pun perlu diasah.

Saya jadi teringat dengan salah satu games yang dimainkan pada waktu out bond pertamina. Di dalam tim, saya berperan sebagai advisor. Ketika proses perencanaan yang notabene melibatkan pikiran/ide, rasanya semua mengalir dengan cukup lancar. Namun ketika proses perwujudan ide2 tersebut dimulai, saya merasa tiba-tiba menjadi sangat kaku. Hal ini cukup lama hinggap di pikiranku, bahkan hingga saat ini pun masih sering saya pertanyakan, mengapa waktu itu tiba2 saya jadi kaku? Kelancaran ide tak sebanding dengan tindakan.

Di lain waktu, saya mengamati pekerjaan-pekerjaan yang diselesaikan oleh orang-orang Indonesia maupun luar. Baik di perusahaan tempat saya bekerja maupun di tempat-tempat umum seperti pemerintahan, fasilitas jalan, tempat ibadah, kompleks perumahan, dll. Contohnya adalah, kompleks perumahan tempat saya bekerja dengan kompleks perumahan perusahaan tambang batu bara kompleks tetangga (KPC). Setahu saya, KPC memiliki share dengan luar negeri, pegawainya sendiri banyak yang dari luar sehingga kemungkinan konsep dan pengerjaan fasilitas perumahan mereka diawasi oleh mereka sendiri. Setelah jalan-jalan ke kompleks mereka, saya membandingkan bahwa perumahan mereka dikerjakan dan ditata dengan sangat apik. Konturnya, finishing touchnya, taman, jalan, pengecatan tembok, jarak antar rumah, jarak antar tanaman, jenis material bangunan dan cat, dll. Pengerjaan kompleks mereka benar-benar selesai dan bukan asal selesai. Nilai estetika pun sangat mereka perhatikan.

Ketiga hal tersebut menurutku memiliki hubungan. Yaitu antara konsep pendidikan tersebut diatas, contoh games di outbond, serta kesempurnaan penyelesaian pekerjaan para ekspatriat/orang luar ini. Dalam pandangan saya, kesempurnaan pekerjaan didasari oleh kemampuan mengaplikasikan isi pikiran dikarenakan keterbiasaan dalam melibatkan diri pada setiap konsep pembelajaran. Jadi jika kita terbiasa mempelajari suatu konsep dengan melibatkan diri mewujudkan/mengerjakannya maka kita akan membangun sense keteknikan / keterampilan tertentu. Setelah sense keteknikan / keterampilan ini terbangun, maka selanjutnya kita akan semakin ahli kemudian semakin sempurna dalam menyelesaikan sesuatu. Semakin sering proses ini terulang, semakin kita menguasainya, sehingga semakin baik hasilnya. Ini bisa dikorelasikan dengan salah satu filosofi Jepang – Kaizen – perbaikan dari waktu ke waktu, penyempurnaan dari waktu ke waktu. Penyempurnaan berkesinambungan.

Jadi kesimpulannya, desain kurikulum sekolah sejak SD hingga perkuliahan sangat mempengaruhi bagaimana keterampilan dan tingkat kesempurnaan penyelesaian pekerjaan seseorang nantinya. Dan hal ini baru dapat dilihat setelah 10-20 tahun sejak belajar formal di SD. Jadi jika kita hendak meningkatkan performa sumber daya manusia kita, maka kita sudah tahu harus memulai darimana.

Wallahu ’alam bisshawab.

February 5, 2009

Alhamdulillah KKW Selesai…

Filed under: Uncategorized — Icha's Blog @ 6:11 am

5 Februari 2009

Sangatta, Kutai Timur, Kaltim

Alhamdulillah KKW Selesai…

KKW atau kertas kerja wajib merupakan laporan yang wajib dikerjakan dan dikumpulkan pada akhir OJT di Pertamina ini. Sampe tadi pagi saya masih dibuat pusing ma kkw ini. Gara2nya bidang studiku yang dulu berbeda dengan fungsi yang aku tempati sekarang. Dulu Fisika Material Elektronik, sekarang semacam Geosains. Tema Skripsiku dulu tentang sifat elektrik dari suatu bahan/material yang ukurannya sangat kecil  -nano-powder- yang merupakan cabang dari nanoteknologi,, sementara tema KKWku sekarang adalah tentang prospek reservoir minyak. Terjadi perpindahan disiplin ilmu. Jadi, serasa tersesat. Ibaratnya, kalo kita hendak memulai TA, kita masih mencari-cari judul, baca-baca referensi, meraba-raba posisi kita dalam penelitian yang hendak kita kaji. Walaupun kerangka logikanya memang tetap bisa digunakan dan memang itulah yang paling penting. Tapi ini semua menyenangkan berhubung semua ilmu menurutku memang mengagumkan dan saling berkorelasi.

Jadi teringat semasa masih di classroom dulu, berusaha menyimak tapi rasanya tidak dapat apa-apa. Semua ilmu dan istilah-istilah perminyakan, geologi, serta geofisika khas Oil industry masih pada tahap interfacing denganku. Jadi belum tahap absorbing. Apalagi tahap understanding, apalagi tahap comparating, apalagi tahap mampu-melihat-benang-merah antar sub ilmu, apalagi tahap conclusion. Wajar jika banyak orang yang mengatakan jika kita bekerja maka kita akan belajar hal-hal yang baru lagi. Makanya pembelajaran itu bersifat tiada akhir dan tanpa batas. Unbounded study.

Dan sedari awal OJT di desa Sangkima, Sangatta, Kalimantan Timur ini, aku terus meraba-raba ke mana arah topik KKW ini, apa tujuannya. Walaupun bingung namun tetap berupaya mengerjakannya, berharap suatu saat memang akan sampai di ujungnya. Dan siang tadi, ada kabar gembira dan sangat melegakan hati. KKW ini telah selesai!!. Begitu respon mentorku setelah kutanya sudah sejauh mana KKWku ini. Alhamdulillah…. sekarang ‘tinggal’ finishing touch (tepatnya –> analisa, dan inilah yang seru) serta melengkapi bagian penulisannya.

Alhamdulillah, lega sekali rasanya…

(Bahasa penulisan yang agak dipengaruhi oleh gaya penulisan novel, karena memang sedang membaca New Moon, lanjutan dari Twilight).

January 28, 2009

Arti Sebuah Pesan

Filed under: Ghirah Islam — Icha's Blog @ 6:17 am

Bismillahirrahmanirrahim

Arti Sebuah Pesan

Pesan adalah amanah. “Ballighu ‘annii walaw aayah”, yang artinya sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. Itulah pesan baginda Rasul, Muhammad SAW.

Sudah semestinyalah kita menyampaikan apa-apa yang telah sampai kepadanya walaupun hanya sepenggal kata. Menyampaikan kebenaran dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan. Dengan tutur kata yang lembut.

Namun pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, cukup sulit melaksanakan hal ini. Apalagi jika berhadapan dengan suatu kemungkaran baik yang kecil maupun besar. Berhadapan dengan kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orang terdekat kita bahkan oleh diri kita sendiri.

Setidaknya, itulah yang saya rasakan. Padahal selemah-lemah iman adalah penolakan kemungkaran di dalam hati.

Oleh karena itu, hendaknyalah kita meminta kepadaNya agar hati kita dicenderungkan kepada kebenaran dan diteguhkan diatas dien ini. Dienul Islam.

Betapa lemah iman hambaMu ini Ya Rabb.. Kami mohon petunjukMu.. Fasihkanlah lidah kami dengan tutur kata yang penuh hikmah dan benar serta ketaatan diri dalam menjalankan perintahMu dan menjauhi laranganMu.

Sungguh beruntung orang-orang yang bertaqwa.

Wassalam..

Mudahkanlah urusanku Ya Rabb

………………………………………………

………………………………………………….

January 27, 2009

Definisi Hidup

Filed under: Kehidupan — Icha's Blog @ 5:25 am

Bismillahirrahmanirrahim

Definisi Hidup


“Wa maa khalaqtul jinna wal insaa illaa liya’buduunii”, dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu, itu adalah arti dari firmanNya tersebut. Dan sekiranya itulah definisi kita hidup di dunia ini. Definisi hidup seorang muslim.

To be continued..

Wassalam..

—-On doing my KKW—

Older Posts »

Blog at WordPress.com.