Buku Baru-ku

Jaksel, 9 Februari 2010

Buku Baru-ku

Bismillah

InsyaAllah hari ini adekku akan mengirim buku-buku yang kupesan beberapa hari yang lalu. Ahh… senangnya hatiku. Sudah lama aku tidak belajar. Sudah lama tidak bercengkrama dengan ilmu.

Untuk buku-buku yang dikirim adekku itu, aku memang masih pendatang baru. Pasti jauh tertinggal oleh teman-teman yang lain. Tetapi tidak mengapa, cukuplah kecintaanku pada ilmu dan semangatku untuk mempelajarinya yang senantiasa menemani.

Entah mengapa, adalah hal yang menyenangkan untukku melihat orang belajar. Dijadikan indah bagiku para penuntut ilmu dan ilmu itu sendiri. Didalam pencapaian para penuntut ilmu kepada pemahaman, terdapat proses pergelutan dan tarik menarik pikiran yang menarik hati. Lebih luasnya, ilmu itu bukan hanya yang bersifat tertulis, tetapi juga yang terdengar dan teramati.

Terdapat beberapa dalil dari al-quran maupun hadits yang memberitahukan tentang pentingnya menuntut ilmu ini, diantaranya adalah:

1.) Niscaya Alloh akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Qur’an Al mujadalah 11)
..
2.) Seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu niscaya Alloh akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga (Shahih Al jami)
..
3.) Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Alloh sampai dia kembali(Shahih tirmidzi)
..
Ali bin Abi Thalib mengatakan, ‘Pelajarilah yang paling penting dulu, kemudian yang penting, kemudian yang penting, dan seterusnya’. Dan yang dimaksud yang paling penting disini adalah ilmu agama. Sebagaimana pada hadits berikut:
..
4.) Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Qur’an dan yang mengajarkannya (HR bukhari )
..
5.) Siapa yang Alloh kehendaki menjadi baik maka Alloh akan memberikannya pemahaman terhadap Agama (Sahih ibnu majah)
..
Walaupun ilmu yang terdapat pada buku yang kumaksud diatas bukanlah ilmu agama, tetapi siapa tahu ilmu didalamnya dapat membawa pemahaman kepada dalil ‘aqli dan dapat membawa pembelajarnya untuk menghubungkannya dengan dalil naqli.

Bagaimanapun itu, semoga senantiasa pembelajar itu dapat mengambil hikmah dari apa-apa yang mereka pelajari serta diluruskan niatnya menuntut ilmu hanya karenaNya. Amin.

Wallahu ‘alam bisshawab. Wassalam.

Asa Hari Ini

Jakarta Selatan, 4 Februari 2010

Asa Hari Ini

Bismillahirrahmanirrahim

……………………………………………

Harapan gemilang terbit dari percaya diri

Yang lahir dari persiapan sejak dini

……………………………………………

Wassalam

Manusia Unggul

Jakarta Selatan, 4 Desember 2009

Manusia Unggul

Untuk menjadi manusia unggul, jangan takut melangkah. Karena tidak ada manusia unggul yang zero mistake. Dan yang terpenting adalah kedisiplinan dalam mencapai target yang sudah disepakati bersama. – BJ Habibie, Media Pertamina.

Pagi ini Media Pertamina edisi terbaru telah tergeletak di meja kerjaku. Sekilas kulihat, lalu berpaling ke computer. Lalu kulihat lagi judulnya dan ada gambar pak Habibie disitu, siapalah yang tak mengenal bapak yang satu ini kan. Dan gambar ini menarik perhatianku sehingga halaman pertama Media ini pun kubaca dengan teknik skimming. Dengan segera kutemukan testimony dari pak Habibie, tertulis, “Untuk menjadi manusia unggul, jangan takut melangkah. Karena tidak ada manusia unggul yang zero mistake. Dan yang terpenting adalah kedisiplinan dalam mencapai target yang sudah disepakati bersama”. Great words, as he always does. Hmmm… jadi teringat sosok bapak cerdas ini beberapa waktu lalu di kampus ketika memberikan kuliah umum. Demi mengikuti kuliah umum ini aku rela bolos MK Agama (makanya agamaku dapet B, huhuu, alumni pesantren koq dpt B). Waktu itu beliau berorasi dengan berapi-api, bersemangat, dengan gaya bicaranya yang cepat dan dialek yang khas, dan tentu saja.. pemikiran yang cemerlang. Alhamdulillah bangsa Indonesia tentu bangga memiliki tokoh seperti beliau.

Wassalam.

Membangun keluarga yang prestatif & memiliki integritas

Bismillahirrahmanirrahim

Membangun Keluarga Prestatif & Berintegritas

Sedikit orang yang dapat menemukan kelebihannya dan mengasahnya sehingga ia dapat menjadi the right person in the right time and in the right place. Maka beruntunglah jika anda termasuk orang-orang yang sedikit ini. Saya sendiri sedang berusaha agar termasuk ke dalam kelompok yang sedikit ini dengan mengenal diri lebih baik serta berusaha lebih baik sehingga dapat lebih bermanfaat bagi diri, keluarga, agama, bangsa, dan negara.

Berbekal pengalaman diri, kedepannya, saya ingin anak-anak saya kelak terarah dengan lebih baik dari segi pendidikan maupun ketaqwaan serta dapat mengenali kemampuan serta bakat mereka lebih baik dan lebih dini dari saya. Saya ingin mereka pergi ke sekolah-sekolah terbaik di Indonesia maupun di dunia. Saya ingin mereka mendapatkan lingkungan terbaik, terbaik menurut definisi saya karena memilih tetangga harus lebih dulu dibanding memilih tempatnya, demikian sabda Rasul. Kembali ke masa depan anak, ini berarti sebagai orang tua kita harus mempersiapkan segalanya. Baik dari segi keuangan, strategi, perencanaan pendidikan, maupun persiapan mental dan iman anak dikala dekat maupun jauh dari orang tua. Namun saya pun tidak keberatan bahkan senang jika mereka tetap bisa berada di dekat saya.

Anak kita akan memiliki zaman yang berbeda dengan yang kita alami. Mereka akan menghadapi tantangan yang berbeda, mungkin sama tetapi berbeda versi atau mungkin malah lebih ribet. Maka dari itu, yang perlu kita persiapkan adalah hal-hal yang bersifat fundamental. Hal yang bersifat mendasar ini menurut saya ada 4 yaitu mempersiapkan aqidah, ilmu, akhlak kepada diri sendiri, serta akhlaknya kepada orang lain.

Dengan aqidah, kemanapun mereka pergi, mereka akan senantiasa memiliki pegangan yang kuat, prinsip yang kukuh dan dapat memfilter hal yang baik dan tidak baik.

Dengan ilmu, yaitu pendidikan, mereka dapat berkompetisi sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing. Ali bin Abi Thalib, sahabat yang mana rasul bersabda tentangnya, “Jika aku adalah gudang ilmu, maka Ali adalah pintunya” berkata, “Sebaik-baik warisan adalah ilmu”. Ilmu akan menjadi kendaraan untuk mereka mencapai cita-cita.

Dengan akhlak kepada diri sendiri, mereka akan dapat menghargai diri mereka sendiri. Berupaya mengenal diri mereka, kelemahan dan kekuatan yang merupakan titipan Allah. Memotivasi diri mereka sendiri dalam kondisi apapun. Membisikkan kata-kata positif kedalam diri mereka sendiri. Membangun kualitas dan integritas diri. Menganggap ujian sebagai tangga menuju diri yang lebih baik laeknya jerih payah kerang untuk menghasilkan mutiara.

Sedangkan dengan akhlak kepada orang lain, mereka akan memiliki kepekaan serta kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain dari berbagai kalangan. Mereka dapat berkomunikasi, menyampaikan pikiran atau pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, meramu diskusi menjadi keputusan yang tepat, mampu merasakan kepedihan orang lain terutama sesama muslim, menolong murni karena keikhlasan karenaNya dan tanpa tendensi, mampu mengambil tindakan yang tepat dengan penuh pertimbangan. Dengan akhlak kepada orang lain, semoga mereka dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.

Semoga hal ini dapat terwujud. InsyaAllah.

Semoga kelak kita bisa menjadi orang tua yang bertanggung jawab bagi anak-anak kita dan diberi kemudahan untuk mempertanggungjawabkan mereka dihadapanNya kelak. Amin.

Wassalam.