The Way of Love

Menara Standard Chartered, 22 Februari 2011

The Way of Love

Bismillah
—–
Akhir-akhir ini aku lagi seneng banget ma lagu ini, The Way of Love-nya Hadad Alwi. Simak yuuk :)

—–

The Prophet’s Path, the Way of Love
Only by this Love you’ll rise above
Like a dove that’s been set free
Love with longing is the key
This love with longing is the key

Honey, nectar, sweetness and cream
Orchids blooming by a mountain stream
Starlit skies and waves on the sand
Next to love they can’t stand
Next to this love they cannot stand

Yaa Robii yaa sarii’ar ridho irham man ro-su maalihir-rojaa
Wa thina maa qod sa-alnaa bi liqoo-i khoiril anaami,
Yaa khoiral a’anaami

The Prophet’s Path, the Way of Love
Only by this Love you’ll rise above
Like a dove that’s been set free
Love with longing is the key
This love with longing is the key

Yaa man-ismuhu dawa wa dzikruhu syifaa-un lana
Robbiy faj’al mujtama’na ghoyatuhu husnul khitami
Bihusnul khitami

How can I find a way to express
Something that cannot be thought or guessed
Something more than just words
This love is neither seen nor heard
This love is neither seen nor heard

Love is the rope Given by Allah
It will save you from over flaw
Grasp it then He will draw you near

Nice song isn’t it? :) …. Apalagi paragraph kedua dari terakhir, “How can I find the way to express something that cannot be thought or guessed?? Something more than just words. This love is neither seen nor heard”…. Woow, that is so true.
—–
Cinta kepada Allah maupun cinta kepada manusia karena Allah adalah suatu bentuk perasaan yang sulit dilukiskan. Ia adalah cinta yang suci. Bukanlah seperti cinta orang yang sedang pacaran yang lebih banyak nafsunya yang membara di awal namun perlahan berubah menjadi gersang. Cinta kepadaNya tidaklah seperti itu. Melainkan sangatlah indah dan abadi.
Wajarlah jika Sayyid Quthub berdoa, “Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu. Agar bertambah kecintaanku padaMu”. Semoga doa tersebut dikabulkan untuk beliau, dan juga untukku ^.^ hehe…..
——
Ok sekian dulu dariku… Wassalam :)
Advertisements

Dinas ke Makassar

Menara Standard Chartered, 21 February 2011

Dinas ke Makassar

Bismillah

Pekan lalu, tepatnya tgl 16-18 February 2011, saya menghadiri Workshop ISO 9001:2008 yg diadakan oleh tempatku bekerja, ptm. Workshop ini dihadiri oleh tim ISO untuk region kami, termasuk aku. Yang menarik adalah, workshopnya diadakan di Makassar (horayy)… pulang kampung dech ^^, uda gitu ada nikahan keluarga lagi pas tgl 20-nya (my uncle’s wedding)… wah kebetulan yg menyenangkan, sering2 aj :p

Saya ke mks tgl 15 Feb pagi and balik jkt lg tgl 20 malam. Walaupun aku dapet fasilitas hotel selama workshop, tp aku milih nginep di rumah (ya iyalah ya :D). Spend the time with family ^^. So pagi dan sore aku dianter-jemput kakak bolak-balik rumah-hotel. Di rumah orang2 lg pada sibuk nyiapin hari H acara nikahnya my uncle. Aku ikut bantu2 nyebarin undangan ma sepupuku. And ikut bantu2 beli bahan kue, buah, and bolu gulung. Senangnyaa bisa ikut bantu2 :)). Udah gitu, pas mw beli bolu gulung kami mampir dlu creambath di salon… dasar wanita ;p

Tgl 16 pagi mpe sore ikut workshop. Di akhir acara, aku minta ke panitia untuk ngumumin kalo aku ngundang mereka makan malam di rumahku besok. Setelah pengumuman itu, kami break sejam trus janjian di koridor hotel utk bareng jalan-jalan ke TransStudio; maen, makan, n menyaksikan show dari tim TransTv. Ternyata tim mereka kompak banget and saling care. Padahal perusahaan TransTv baru berusia krg dari 20th. Sedang TransStudio Makassar sendiri baru berusia 2-3 th. Amazing. Aku sempat ngobrol ma manajer & FM, mereka jg mendapatkan kesan yg sangat positif dari tim TransTv ini. Well, we learn much from their team.

Tanggal 17 pagi mpe sore ikut workshop lagi. Sore menjelang maghrib kami rame2 ke rumahku, ada sekitar 30an orang, kami menggunakan 6 mobil. 1 is my sister’s and the rests are rental car. Di rumah, aku udah koordinasi ma my family bahwa aku ngundang temen2 kantor utk dinner. Di rumah ada my parents, my brother and my sister. Kami menjamu tamu kami dengan makanan pembuka berupa pisang goreng dan sukun goreng plus sambelnya. Lalu makanan inti berupa pallu basa dan ikan bakar beserta 3 macam sambel. Dan terakhir makanan penutup berupa Es agar lemon. Beberapa temen ada yang nambah. Wah alhamdulillah kalo begitu. Bayarnya gampanglah belakangan, hehe….

Kegiatan workshop yang seharusnya 3 hari ternyata bisa selesai dalam 2 hari. Maka hari ke-3 yaitu tgl 18 aku udah free!! ^^. Sedangkan temen2 yang lain mengadakan Pertandingan persahabatan antar field (futsal). Aku sendiri ijin gak dateng and tinggal dirumah bantuin mommy mempersiapkan wedding party. Hari itu aku nerima email dari salah satu FM, beliau say thanks about jamuan makan malam yg kemarin, semuanya mantap kata beliau, hehe… syukurlah kalau begitu :)).

Rangkaian acara pernikahan di hari-H, tgl 20, alhamdulillah berlangsung lancar. Ada sekitar 15 mobil yang mengantar. Ijab qabul nya diulang sekali dan berlangsung syahdu. Ijab qabul?? hmm… ini saat2 yg mendebarkan.. Termasuk salah satu mitsaqan galiza. Mitsaqan galiza sendiri berarti perjanjian yang kokoh dan hanya disebutkan 3x didalam al-quran. It is special.

Sore tgl 20, saya bersiap-siap dan pamit menuju bandara. Kembali ke jkt, my work place. It is very hard for me to live my home. I wish I could stop working and just stay there. Aku nangis waktu pamitan and masih nangis beberapa saat di dalam mobil. My sisters, my mom, and my uncle yg nganterin ke bandara. Tiba jkt malem sekitar jam 8.30. And now… here I am, back in jkt.

~Home Sweet Home~ hiks…..

10 Pertanyaan yang Menyadarkan

Ibu Kota, 14 Feb 2011

10 Pertanyaan yang Menyadarkan

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (2:45)

1.    Sudahkah Kita melaksanakan Sholat wajib hari ini..? Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (4:103)

Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)

“Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan Isya’) adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

2.    Sudahkah Kita melaksanakan Sholat Sunnah hari ini..?

” Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa Allah berfirman:”Wahai anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena Aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)

3.    Sudahkah Kita (melaksanakan) Qiyamullail Hari (Dini hari) ini..?

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu… (73:20)

Diriwayatkan dari Abu Umamah rodhiyallahu anha, Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabda : ” Kerjakanlah sholat malam (sholat tahajud), karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan bentuk pendekatan diri kepada Robb kalian, penghapus dosa-dosa serta pencegah perbuatan dosa.” H.R Tirmidzi (3549) dan Hakim (I/308)

Diriwayatkan dari Jabir r.a, bahwa ia berkata : Aku telah mendengar Rosululloh saw bersabda :“ Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Allah akan memberikannya kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam.” (HR. Muslim)

Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari. (QS. Al Insaan:26)

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.  (QS.Adz-Dzaariyaat:15-18)

Dan pada sebahagian malam hari, kerjakanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Robb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS.Al-Isra:79) Diriwayatkan Aisyah r.a, ia berkata :” Nabi saw mengerjakan sholat malam hingga bengkak kedua telapak kaki beliau,lalu aku katakan kepada beliau,’Mengapa engkau melakukan seperti ini, ya Rosulullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah? ‘Beliau menjawab,’Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?” (HR Bukhori VIII/449 dan Muslim 2819 dan 2820)

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh r.a, bahwa Rosulullah saw bersabda :“Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan : “Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakaan sholat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akaan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia menjadi kotor jiwanya lagi pemalas.” (HR. Muslim 1163).

4.    Sudahkah Kita (melaksanakan) Sholat bersama di Masjid hari ini..?

Rasullullah bersabda:Dari sahabat Abu Hurairah radhiallah anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda:“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Rabb-nya, seseorang yang hatinya bergantung di masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah berkumpul dan berpisah karena-Nya, seseorang yang dinginkan (berzina) oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, maka ia mengatakan,’ Sesungguhnya aku takut kepada Allah’,seseorang yang bersadaqah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di nafkahkan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sepi (sendiri) lalu kedua matanya berlinang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Barang siapa yang shalat Isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya’, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmidzi’) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.” (HR. Muslim)

Imam at Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhuma, ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Tadi malan Rabb-ku tabaarakta wata’aala, mendatangiku dalam rupa yang paling indah.”(Perawi mengatakan,’Aku menduganya mengatakan,’Dalam mimpi.’). Lalu Dia berfirman, “Wahai Muhammad! Tahukah engkau, untuk apa para Malaikat yang mulia saling berebut?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam berkata:”Aku menjawab,’Tidak’. Lalu Dia meletakkan Tangan-Nya di antara kedua pundakku sehingga aku merasakan kesejukannya di dadaku (atau beliau mengatakan,’Di leherku’). Lalu aku mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.”Dia berfirman,”Wahai Muhammad!Tahukah engkau untuk apa para Malaikat yang mulia saling berebut?” Aku menjawab,”Ya, tentang kaffarat (perkara-perkara yang menghapuskan dosa). Kaffarat itu adalah diam di masjid setelah melaksanakan shalat, berjalan kaki untuk melaksanakan shalat berjama’ah, dan menyempurnakan wudhu pada saat yang tidak disukai.” (HR. Tirmidzi, hadits ini shahih).

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang perkara yang akan menghapuskan kesalahan-kesalahan dan juga mengangkat beberapa derajat?” Para sahabat menjawab,”Tentu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,”Menyempurnakan wudhu’ pada saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid-masjid, dan menunggu shalat setelah melaksanakan shalat. Maka, itulah ar-tibath (berjuang di jalan Allah).” (HR. Muslim).

5.    Sudahkah Kita bersikap sabar & syukur hari ini..? Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)

Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR. Bukhari)

Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Ath-Thabrani)

Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)

Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)

Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, “Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu”, tetapi katakanlah, “Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.” Ketahuilah, sesungguhnya ucapan: “andaikata” dan “jikalau” membuka peluang bagi (masuknya) karya (kerjaan) setan.” (HR. Muslim)

6.    Sudahkah Kita Berdzikir (mengingat Alloh SWT) Hari ini..?

Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang. (50:40)

Dari Aisyah ra bahwasanya Rasulullah SAW berkata “Bahwasanya diciptakan dari setiap anak cucu Adam tiga ratus enam puluh persendian. Maka barang siapa yang bertakbir, bertahmid, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalan, amar ma’ruf nahi mungkar, maka akan dihitung sejumlah tiga ratus enam puluh persendian. Dan ia sedang berjalan pada hari itu, sedangkan ia dibebaskan dirinya dari api neraka” (Hadist Riwayat Muslim).

Thabarani telah mengeluarkan berita dari Mu’az bin Jabal ra. dia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:”Sangat beruntung orang yang memperbanyakkan dzikir kepada Allah ketika sedang berjihad fi sabilillah, karena baginya buat setiap kalimah tujuh puluh ribu hasanah, setiap hasanah darinya sama dengan sepuluh kali ganda apa yang ada di sisinya dari tambahannya.”

Para sahabat bertanya pula: ”Bagaimana pula dengan menginfakkan harta fi sabilillah, ya Rasulullah?” Jawab beliau: ”Menginfakkan harta sama kadarnya dengan yang demikian.”Janganlah kamu sekalian banyak bicara kecuali untuk dzikir kepada Allah karena sesungguhnya banyak bicara yang bukan untuk dzikir kepada Allah Ta’ala itu menyebabkan kerasnya hati, dan sesungguhnya manusia yg paling jauh dari Allah Ta’ala adalah orang yang berhati keras. [HR.Turmudzi]

7.    Sudahkah Kita beristighfar Hari ini..?

Barangsiapa membiasakan membaca istighfar maka Allah akan melapangkan segala kesempitannya, memudahkan segala kesulitannya dan memberi rizki yang tanpa diduga-duga.[HR.Abu Daud].

“dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (QS.Hud [11] : 3)

Rasulullah SAW bersabda:  “Barangsiapa senantiasa membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya dari tiap-tiap  kesulitan suatu jalan keluar, dan dari setiap kesusahan suatu jalan keluar, serta Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR. Muslim dan HR.Abu Daud dan Nasa’i).  Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya aku mohon ampun dan bertaubat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari”. (HR. Bukhari).

8.    Sudahkah Kita bermunajat (berdoa)  kepada Alloh SWT (berdoa) hari ini..?

Posisi paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah sujud dan berdoa.” (HR: Muslim).

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW berkata: ” Allah ta`ala berfirman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku. Bila menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-Ku di kalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu.” (Hadits Qudsi)

Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Pemimpin yang adil. Dan do’a orang yang teraniaya. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku, pasti Aku tolong kamu, walau setelah beberapa waktu.” Ahmad dan At Tirmidzi Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda : “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara; sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang mendo’akannya”. (HR.Muslim 3084) Di antara wahyu Allah kepada Nabi Daud As : “Tiada seorang hamba yang taat kepada-Ku melainkan Aku memberinya sebelum dia minta, dan mengabulkan permohonannya sebelum dia berdoa, dan mengampuni dosanya sebelum dia mohon pengampunan (istighfar).” (HR. Ad-Dailami)

9.    Sudahkah Kita berpikir positif (berprasangka) baik hari ini..?

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”(QS Al-Hujurat:  12) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki Allah baginya kebaikan maka akan diberikannya pemahaman pada agama. Sesungguhnya ilmu itu hanyalah dengan belajar”. (HR. Bukhari ).

10.    Sudahkah kita Berbuat Baik  hari ini..? Sabda Nabi saw : “Jauhilah olehmu dengki, karena dengki itu merusak kebaikan seperti halnya api membakar kayu bakar atau rumput”. (HR.Abu Daud).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang muslim yang baik adalah yang menjaga tangan dan lisannya sehingga tidak menyakiti saudara muslimnya yang lain” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41)

Ibnul Qayyim al-Jauziyah, murid terkemuka Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, yang juga menulis sebuah buku berjudul Al-Ilmu. Beliau mengutip ungkapan Abu Darda’ r.a. yang menyatakan: “Barangsiapa berpendapat bahwa pergi menuntut ilmu bukan merupakan jihad, sesungguhnya ia kurang akalnya.”

Abu Hatim bin Hibban juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah r.a., yang pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa masuk ke masjid ku ini untuk belajar kebaikan atau untuk mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah.”

Dari Aisyah ra Rasulullulah bersabda :“Perbaikilah dirimu, ucapkan kebaikan dan sampaikan kabar gembira, sesungguhnya amal seseorang tidak akan bisa memasukkannya ke dalam surga” Orang bertanya : “ Termasuk amal anda juga wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab : “ termasuk juga amalku,kecuali jika Allah mencurahkan rahmat-Nya kepadaku. Ketahuilah bahwa amal yang paling disenangi Allah adalah amal yang istiqamah meskipun sedikit” (HR Muslim).

“Bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaknya (yang diminta) memberi nasihat.” (HR Bukhari)

sabda Rasulullah SAW: “Kebaikan itu adalah akhlaq yang baik. Dan dosa adalah apa-apa yang meragukan jiwamu dan engkau tidak suka dilihat orang lain dalam melakukan hal itu.” (HR Muslim).

Allah SWT berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Allah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl [16]: 125).

Tiap-tiap amal hrs disertai dgn niat. Balasan bagi setiap amal manusia, ialah pahala bagi apa yg diniatkannya. Maka brgsiapa (niat) hijrahnya krn Allah dan Rasulnya, bginya pahala hijrah krn Allah dan RasulNya. Dan brgsiapa (niat) hijrahnya krn dunia yg hendak diperolehnya atau krn perempuan yg hendak dikawininya, maka (pahala) hijrahnya sesuai dgn niatnya, utk apa dia hijrah. [HR.Bukhari]

Dari Abu Darda ra bahwasannya ia mendengar Rosululloh SAW bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: Dan untuk kamu pula seperti itu”. (HR.Muslim)  Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS: Muhammad:7)

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS: ASHAAF 10-12)

Barangsiapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya,maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan sesama muslim,maka Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitan dihari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya dihari kiamat. (HR. Bukhari dan Muslim)  Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut (Umar bin Al-Khattab RA) Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan melimpahnya harta dan benda, melainkan kekayaan itu adalah kekayaan jiwa.” (HR Abu Ya’la).

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah [5] : 2)  Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(Adz-Dzariat:56) “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah [5] : 3)  “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup & matiku semua bagi Allah Tuhan semesta alam” (QS. 6 : 162)

Sumber: Blog Kang Robby @FB. (Thanks!!).

Shalawat Kepada Nabi

Jaksel, 11 Feb 2011

Shalawat Kepada Nabi

Imam Sufyan Ats Tsauri bercerita….Aku melihat seorang pemuda sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan tiada dzikir dan do’a yang keluar dari lisannya dari rukun ke rukun kecuali bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alahi wa sallam….Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad….Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad….Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad….dia tidak mengangkat kakinya untuk berdiri, meletakkan kaki untuk duduk, menggerakkan tangannya untuk mengambil sesuatu kecuali bersahalawat kepada Nabi SAW.

Dalam keheranan aku bertanya kepada pemuda itu….Wahai pemuda, mengapa engkau tinggalkan tasbih, tahmid dan tahlil dalam dzikir dan do’amu dengan hanya bershalawat kepada Nabi SAW ?….Siapakah engkau ?….tanya pemuda itu….Aku adalah Sufyan Ats Tsauri….Kalau engkau bukan orang yang alim dan abid di zamani ini maka aku tak akan membuka rahasiku….ucap pemuda itu kemudian bercerita….

Suatu hari ketika aku sangat muda, aku bersama ayahku berangkat dari Khurasan menuju Makkah untuk melaksanakan haji….Dalam perjalanan ayahku menderita sakit keras di suatu tempat yang tidak ada seorang manusia pun disana….Betapa kesedihanku menunggui ayahku yang demam badannya dan tidak mampu lagi berdiri dan berjalan….dan akhirnya ayahku meninggal dunia karena sakitnya tersebut….Dalam kekalutan, ketakutan dan kesedihan seorang diri di tempat yang tidak ada manusia yang bisa dimintai bantuan….Aku menutupi jasad ayahku dengan burdah / imamah nya….tetapi surban ayahku tak cukup menutup seluruh badannya….Kutarik surban itu ke atas untuk menutupi kepalanya maka kakinya terlihat….dan ketika kutarik surban itu ke bawah untuk menutupi kakinya maka kepalanya terlihat….dan betapa kagetnya aku ketika melihat wajah kepala ayahku berubah menjadi kepala seekor himar ( kuda )….Aku menangis se jadi – jadinya disana sendiri sampai aku kepayahan dan tertidur….

Dalam tidurku aku melihat seorang yang sangat tampan, putih dan bersih dan belum pernah aku melihat pria setampan dia, berpakaian sebersih pakainnya dan berbau seharum bau tubuhnya….Ia berjalan mendekati jenazah ayahku kemudian menyingkap kain surban yang menutupi wajahnya….Kemudian dia mengusapkan tangannya ke wajah ayahku….Seketika wajah ayahku yang semula seperti himar segera berubah menjadi seperti sediakala bahkan terlihat lebih putih kulitnya….Setelah itu laki – laki itu segera hendak pergi namun aku mengejarnya dan memegang bajunya….Aku bertanya kepadanya….Siapakah engkau sebenarnya ?….Semoga Allah merahmatimu….Kedatanganmu sungguh merupakan karunia Allah bagiku….

Laki – laki itu kemudian berkata….Tidakkah engkau mengenaliku ?….Aku Maulana Muhammad bin Abdullah….Kepadaku Al Qur’an telah diturunkan….Sesungguhnya aku diberitahu oleh Jibril as bahwa ada seorang yang menyia – nyiakan dirinya dimana kehidupannya banyak bersinggungan dengan hal – hal yang subhat bahkan ribawi….namun dia istiqamah untuk bershalawat kepadaku dalam waktu – waktu luangnya bahkan setiap menjelang tidurnya dia selalu bershalawat sedikitnya 100 kali kepadaku….Ketika mengalami apa yang sedang dia alami dalam kesulitannya maka aku datang menolongnya karena aku adalah penolong bagi orang yang banyak bershalawat kepadaku.

Ketika aku terbangun dari tidurku kulihat wajah ayahku telah berubah seperti sediakala dan nampak putih berseri….Maka sejak saat itu dalam kondisi apapun dan bagaimanapun di luar ibadah shalatku maka aku selalu bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam.

[ Kitab Tuhfah Al Asyraf – Hikmatul Yamaaniyyah – Kalam Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin ‘Abdurrahman As Seqqaf ]

Source: Keluarga Sakinah’s note @Facebook.

2 Ciri Orang Sombong

Menara Standchart, 04 February 2011

2 Ciri Orang Sombong

Apakah saya termasuk orang yang sombong? Apakah anda termasuk orang yang sombong? Mari kita simak definisi ‘sombong’ menurut agama:

Rasulullah SAW pernah ditanya oleh sahabat tentang seorang pemuda yang selalu berpakaian bagus, “Apakah orang ini termasuk sombong ya Rasulullah?”, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak, tetapi orang sombong itu adalah orang yang tidak mau menerima kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR Muslim).

Hmmmm…… berat juga ya…..

Aku sombong gak ya??? kykny sering deh ak nyuekin sekeliling/keadaan and membiarkannya apa adanya… kalo ad sesuatu, suka males ngasih penjelasan, sering berasa gak perlu soalny… hehee..

Yo weislah… yang jelas aku gak seperti itu lho ya, ehmm :p … rasa2ny aku tidak menyepelekan seseorang karena hal2 yg bersifat materi… lebih suka memcermati hal2 yg bersifat non-materi aj … smoga tidak ada salahny ya…

okay, sampe’ disini dlu…. see yaa…. :)

Tsabit, Pemuda yang Wara’

Menara Standchart, 04 February 2011

Tsabit, Pemuda yang Wara’

Pada jaman dahulu kala, terdapat sebuah kisah tentang seorang pemuda yang wara’. Namanya adalah Tsabit. Kisah ini juga dijadikan tema lagu oleh kelompok nasyid Rabbani, sebuah nasyid dari Malaysia. Judul nasyid tersebut adalah Cari Pasangan. Nah, anak2 kost taman sari 25B mesti hafal dg lagu ini, maklum jadi lagu kebangsaan kostan.. hehe ^_^. Sekarang mari kita simak aja kisah Tsabit ini yuk….

Memakan Apel yang Jatuh

Beberapa abad lalu, di masa-masa akhir tabi’in. Di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota Kufah, berjalanlah seorang pemuda. Tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkainya, keluar dari sebidang kebun yang luas. Pemuda itu pun menjulurkan tangannya memungut apel yang nampak segar itu. Dengan tenang, dia memakannya.

Pemuda itu adalah Tsabit. Baru separuh yang digigitnya, kemudian ditelannya, tersentaklah dia. Apel itu bukan miliknya! Bagaimana mungkin dia memakan sesuatu yang bukan miliknya?

Mencari Penjaga Kebun

Akhirnya pemuda itu menahan separuh sisa apel itu dan pergi mencari penjaga kebun tersebut. Setelah bertemu, dia berkata: “Wahai hamba Allah, saya sudah menghabiskan separuh apel ini. Apakah engkau mau memaafkan saya?”

Penjaga itu menjawab: “Bagaimana saya bisa memaafkanmu, sementara saya bukan pemiliknya. Yang berhak memaafkanmu adalah pemilik kebun apel ini.”

“Di mana pemiliknya?” tanya Tsabit.

“Rumahnya jauh sekitar lima mil dari sini,” kata si penjaga.

Mencari Keridhaan Pemilik Kebun

Maka berangkatlah pemuda itu menemui pemilik kebun untuk meminta kerelaannya karena dia telah memakan apel milik tuan kebun tersebut.

Akhirnya pemuda itu tiba di depan pintu pemilik kebun. Setelah mengucapkan salam dan dijawab, Tsabit berkata dalam keadaan gelisah dan ketakutan: “Wahai hamba Allah, tahukah anda mengapa saya datang ke sini?”

“Tidak,” kata pemilik kebun.

“Saya datang untuk minta kerelaan anda terhadap separuh apel milik anda yang saya temukan dan saya makan. Inilah yang setengah lagi.”

“Saya tidak akan memaafkanmu, demi Allah. Kecuali kalau engkau menerima syaratku,” katanya.

Tsabit bertanya: “Apa syaratnya, wahai hamba Allah?”

Kata pemilik kebun itu: “Kamu harus menikahi putriku.”

Si pemuda tercengang seraya berkata: “Apa betul ini termasuk syarat? Anda memaafkan saya dan saya menikahi putri anda? Ini anugerah yang besar.”

Pemilik kebun itu melanjutkan: “Kalau kau terima, maka kamu saya maafkan.”

Akhirnya pemuda itu berkata: “Baiklah, saya terima.”

Putrinya ” Buta, Tuli, Bisu dan Lumpu”

Si pemilik kebun berkata pula: “Supaya saya tidak dianggap menipumu, saya katakan bahwa putriku itu buta, tuli, bisu dan lumpuh tidak mampu berdiri.”

Pemuda itu sekali lagi terperanjat. Namun, apa boleh buat, separuh apel yang ditelannya, kemana akan dia cari gantinya kalau pemiliknya meminta ganti rugi atau menuntut di hadapan Hakim Yang Maha Adil?

“Kalau kau mau, datanglah sesudah ‘Isya agar bisa kau temui istrimu,” kata pemilik kebun tersebut.

Pemuda itu seolah-olah didorong ke tengah kancah pertempuran yang sengit. Dengan berat dia melangkah memasuki kamar istrinya dan memberi salam.

Sekali lagi pemuda itu kaget luar biasa. Tiba-tiba dia mendengar suara merdu yang menjawab salamnya. Seorang wanita berdiri menjabat tangannya. Pemuda itu masih heran kebingungan, kata mertuanya, putrinya adalah gadis buta, tuli, bisu dan lumpuh. Tetapi gadis ini? Siapa gerangan dia?

Akhirnya dia bertanya siapa gadis itu dan mengapa ayahnya mengatakan begitu rupa tentang putrinya.

Istrinya itu balik bertanya: “Apa yang dikatakan ayahku?”

Kata pemuda itu: “Ayahmu mengatakan kamu buta.”

“Demi Allah, dia tidak dusta. Sungguh, saya tidak pernah melihat kepada sesuatu yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

“Ayahmu mengatakan kamu bisu,” kata pemuda itu.

“Ayahku benar, demi Allah. Saya tidak pernah mengucapkan satu kalimat yang membuat Allah Subhanahu wa Ta’ala murka.”

“Dia katakan kamu tuli.”

“Ayah betul. Demi Allah, saya tidak pernah mendengar kecuali semua yang di dalamnya terdapat ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

“Dia katakan kamu lumpuh.”

“Ya. Karena saya tidak pernah melangkahkan kaki saya ini kecuali ke tempat yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Pemuda itu memandangi wajah istrinya, yang bagaikan purnama. Tak lama dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang shalih, yang memenuhi dunia dengan ilmu dan ketakwaannya. Bayi tersebut diberi nama Nu’man; Nu’man bin Tsabit Abu Hanifah rahimahullahu.

Duhai, sekiranya pemuda muslimin saat ini meniru pemuda Tsabit, ayahanda Al-Imam Abu Hanifah. Duhai, sekiranya para pemudinya seperti sang ibu, dalam ‘kebutaannya, kebisuan, ketulian, dan kelumpuhannya’.

Sumber:  http://muhammadqosim.wordpress.com/2010/09/14/tsabit-pemuda-yang-wara/

Bagus ya ceritanya… apakah aku seperti ibunya Al-Imam Abu Hanifah?? wah, jauuh… hehe.. Tiap kali denger lagu Cari Pasangan-nya Rabbani jadi suka senyum2 sendiri… berfikir, “hebat ya, ada gitu orang seperti mereka”… hmm.. memang tidak salah firman Allah, bahwa laki2 baik-baik untuk wanita yang baik2 dan sebaliknya (An-Nur: 26). Hmm…

Sekian, wassalam.