Beasiswa ITB Untuk Semua

Pojok Kost, Jakarta Selatan

21 Mei 2009

Beasiswa ITB Untuk Semua

Di suatu siang di kantor, saya membuka milis ITB angkatan saya. Ada sebuah percakapan tentang “Beasiswa ITB Untuk Semua” yang ternyata sedang membutuhkan relawan untuk mendatangkan peserta ke ITB Bandung untuk menjalani test USM. Saya membaca milis ini dan tertarik menjadi relawan. Saya kemudian menghubungi panitia yang tercantum di milis tersebut dan setelah confirmed saya pun resmi jadi relawan.

Saya diberitahu bahwa saya memegang 9 orang anak, 4 dari Jawa Timur dan 5 dari Jawa Barat. Saya bertugas menelepon dan memberi informasi-informasi yang diperlukan kepada mereka. Dari Sembilan anak ini, saya memutuskan menghubungi yang berasal dari Jawa Timur dulu karena perjalanan mereka menuju Bandung lebih rumit. Saat ini sudah 7 orang dari mereka yang telah saya hubungi.

Banyak pengalaman serta tumpah ruah perasaan yang saya alami ketika menjadi relawan ini, saya yakin banyak anak-anak bangsa negeri ini nun jauh di pelosok sana yang memiliki potensi tiada batas…When there is a will, there is a way.. and they need direction, information, and chance… terkadang mereka terkendala masalah ketidaktahuan informasi beasiswa, dll…

Senangnya bisa menjadi bagian dari program Beasiswa ini…

Alhamdulillah.. semoga Beasiswa ini terus berlanjut setiap tahunnya dengan porsi siswa yang meningkat, sehingga semakin banyak siswa dari seluruh pelosok Indonesia yang bisa mengecap pendidikan tinggi, demi kelanjutan kualitas anak bangsa, demi kelanjutan kualitas bangsa ini sendiri di tangan mereka kelak…

Amin.

Advertisements

Jatuh Cintanya Seorang Aktivis Dakwah

Bismillahirrahmanirrahim

Jakarta, 12 Mei 2009

Jatuh Cintanya Seorang Aktivis Dakwah

Baru aja baca artikel di http://arsip.kotasantri.com/mimbar.php?aksi=Cetak&sid=98 , artikel yang bagus. Kali aja ada yang pengen baca juga.

Didalam artikel ini disebutkan bahwa, “Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yang sengsara”.

Dari kedua sisi ini, sisi manakah yang akan kita pilih?

Pilihan kita ditentukan sedari awal kita menentukan ingin seperti apa diri kita ini dan bagaimana kita membentuk diri kita ini. Lalu dilanjutkan dengan jalan bagaimana kita ingin disatukan dengan orang yang ditakdirkan Allah sebagai pasangan kita?

Perlu kita ingat selalu bahwa pacaran itu hanya ada setelah menikah. Nikah dulu baru pacaran. Demikianlah salah satu syari’at yang perlu kita pegang untuk mengharap keberkahan RT kita kelak. Dan mengharap agar ketika kita jatuh cinta, maka kita sudah siap dan berharap agar cinta tersebut diberkahi olehNya dan senantiasa dipelihara olehNya. Amiin.


Wassalam