A Perfectionist; Never Good Enough

South Jakarta, 19 Maret 2010

A Perfectionist; Never Good Enough

Do like details

Have standards

Have passion

Diligent on making self-evaluation

Mirroring self from many angles

Don’t like effortless

Don’t like excuse

Don’t like mistakes

But doesn’t mean don’t have heart

This type of person want everything goes perfect

Since there’s nothing and nobody’s perfect

Since perfectionist is minority

Then it’s hard to be one of them

Need a struggle

Depends on how it is used

Can turn into a ruin

Can turn into an advantage
***

My score on Perfectionism test: 62, which is included in high rate. http://discoveryhealth.queendom.com/cgi-bin/tests

Advertisements

Gading Gading Ganesha

Jakarta Selatan, 11 Maret 2010

Gading Gading Ganesha

Weekend lalu akhirnya berhasil juga nonton nih film bareng seorang temen. Film yang dikenal dengan 3G ato ‘Bahwa Cinta Itu Ada’ ini diangkat dari sebuah novel. Awalnya aku ga tau tentang novel ini, tapi beberapa bulan yang lalu, sewaktu lagi di kereta bareng temen2 mau ke Bandung, salah seorang temenku lagi baca novel ini dan minjemin ke aku. Aku masih inget dia minjemin sambil ngejek bahwa aku ada miripnya ma si Ria, pemeran wanita pada novel ini (kykny ga deh, hehe).

Nah, terus… jadilah aku selesai membaca novel itu selama di kereta. Novel ini bercerita tentang 6 orang sekawan yang sama-sama kuliah di kampus Ganesha. Kisah mereka diceriterakan mulai dari saat pengumuman UMPTN, berlanjut ke kuliah, dan masa-masa setelah mereka bekerja. Masa masa tersebut menggambarkan bagaimana perjuangan mereka, kisah persahabatan mereka, dan tentu saja kisah percintaan mereka masing-masing.

Nah, terus… berhubung aku da baca novelnya, maka mau tak mau aku jadi mengkorelasikannya dengan filmnya. Hasilnya? hmm…. d’movie is good enough, but it failed to bring the ‘tone’ of the story in the novel. One of my friend said that it is pointless. The story is actually not pointless. It just that the movie didn’t success to bring the impress between the scene exchange. Sehingga terasa seperti datar saja. Emosinya ga muncul, begitulah kira2. Itu menurutku sih yaa…

Namun demikian, sebuah karya tetap saja sebuah karya, ia harus dihargai. Karena ia adalah buah dari kontemplasi hasil pemikiran dan jerih payah berkelanjutan. Dan karena lebih baik berkarya daripada tidak sama sekali.

Ok, I think that’s all for today… keep writing ^.^

Cinta Itu Seni

Jaksel, 2 Maret 2010

Cinta Itu Seni

Seperti pelukis memadukan ide dan gerakan tangan meracik warna sehingga tercipta sebuah karya lukisan yang penuh cita rasa yang lahir dari hati yang paling dalam. Begitu pula cinta, Jika cinta itu adalah warna kuas dan kanvas… maka dua insan berbeda inilah pelukisnya yang akan melukis disebidang kanvas putih. Haruslah jelas lukisan apa yang kan dibuat sehingga bisa saling memberi warna yang membangkitkan rasa bahagia.

Ketika di tengah perjalanan kita bingung harus memberi warna apa, cobalah istirahat sejenak dan bertanya warna apa yang saya inginkan, apakah merah, pink, hijau atau hitam. Sebuah karya yang bagus lahir dari perpaduan warna yang harmonis, jika masing masing warna itu ingin berlomba menunjukan diri maka hasil lukisannya tidak seindah yang diinginkan.

Cinta adalah keselarasan hati yang tercipta dari perbedaan dengan rasa saling melengkapi yang menciptakan harmony jiwa.

source: http://wardika.org/2009/10/27/09/48/buku-cinta/cinta-itu-seni/

……………………………………..

Hanya saja, aku tak pandai melukis.