Kisah Argo, si Bocah Cilik

Jakarta, 13 Juli 2010

Kisah Argo, si Bocah Cilik

Ini adalah kisah motivasi yang bagus, optimis, dan mengajarkan kita tentang kekuatan inner-power. Kisah ini saya peroleh dari sebuah blog, kata si bloggernya dia dapetinnya dari radio moderato fm madiun (thx to the blogger to share this story). Met nyimak yaa….

The story:

“Cerita ini mengisahkan bagaimana orang yang bisa sukses itu dimulai dari mimpi lalu tekad dan terakhir usaha dan kerja keras. Namun sering kali banyak sekali orang dan temen di sekeliling kita itu dalam tahap pertama yaitu bermimpi banyak sekali yang menghalangi kita untuk bermimpi dan banyak pula yang mengambil mimpi mimpi kita. Kita simak yuk cerita berikut

Si argo mendapat tugas dari gurunya mengenai membuat cerita mengenai mimpi-mimpinya dan saat dirumah si argo membuat cerita mengenai mimpi-mimpinya itu. Karena ayahnya seorang pelatih kuda miskin yang keluarganya itu sangat kekurangan si argo terobsesi dan memiliki mimpi bahwa dia bila sudah besar nanti memiliki tempat pelatihan kuda yang memiliki luas sebesar 400 hektar dan rumah sebesar 400 meter persegi.pokoknya dalam karangannya tadi dia membicarakan mengenai impiannya membuat sebuah pelatihan kuda yang sangat besar, tanpa terasa karangannya tadi menghabiskan 7 helai kertas.paginya ia pun langsung menumpuk tugasnya tersebut. Setelah 1 minggu berlalu dan akhirnya Tugas tersebut dibagikan dan diberikan nilai.tapi betapa kagetnya argo karena karangannya mendapatkan nilai f dan di tulisi sama gurunya setelah jam pelajaran temui saya di kantor. Saat di kantor argo dimarahi habis2an dengan gurunya karena karangannya katanya tidak masuk akal dan tidak akan tercapai.”argo kamu itu sudah gila,kamu itu hanya anak seorang pelatih kuda miskin dan tak mungkin kamu akan membangun pelatihan kuda sebesar 400 hektar”kata si guru.”kamu saya beri waktu 1 minggu untuk mengganti karangan tersebut dan nilaimu juga bs saya ganti bila kamu mengarang karangan yang lebih logis dan masuk akal” kata guru itu lagi. Lalu setelah argo pulang ke rumah bertanya pada ayahnya. “Ayah saya memiliki mimpi mengenai membangun pelatihan kuda seluas 400 hektar tapi kata guru saya mimpi itu tak akan pernah tercapai dan hanyalah omong kosong belakang karena saya hanyalah anak seorang yang miskin lalu saya disuruh mengganti mimpi saya itu menjadi mimpi yang lain yang sesuai dan masuk akal” kata si argo.”nak mimpimu adalah masa depanmu jadi terserah kamu,kamu mau menggantinya atau tidak “jawab ayah si argo dengan bijaksana dan sabar. “Baiklah ayah terima kasih atas pendapatmu” kata si argo.

Setelah di sekolah pun si argo tetap membawa karangannya yang dulu yang bercerita tentang pelatihan kuda dan peternakan kuda seluas 400 hektar dan dikumpulkan lagi kepada gurunya namun ada tulisannya biarkanlah nilai F tetap terpajang menjadi nilaiku namun inilah impianku tidak akan pernah bisa tergantikan dengan impian yang lainnya.

Setelah berpuluh puluh tahun berlalu si argo akhirnya beranjak dewasa dan dia akhirnya bisa menggapai mimpinya yang mempunyai peternakan kuda dan memiliki pelatihan kuda sebesar 400 hektar dan rumah sebesar 400 meter persegi.saat gurunya datang ke tempat pelatihan kudanya dan bertemu dengan argo ia berkata “kamu hebat nak, maafkan bila dulu saya telah melarangmu bermimpi seperti ini, saya salut padamu, saya hanyalah seorang guru yang hanya bisa merenggut mimpi2 anak sepertimu” kata si guru pada Argo.

My opinion:

Dari cerita tersebut, kita dapat mengambil hikmah bahwa; jika kita menjadi Argo dan menghadapi situasi yang serupa, tindakan apa yang akan kita ambil, apakah mengikuti pandangan orang lain atau mengikuti kata hati sendiri. Di sisi lain, jika kita melihat karakter guru Argo, walaupun dia guru yang memberikan pengajaran, tetapi dia bukanlah pendidik, karena tidak semua pengajar bisa mendidik. Namun si guru tetap memiliki sifat positif, yaitu ketika Argo berhasil mewujudkan mimpinya, sang guru mau mengakui kesalahan asumsi awalnya.

source: http://www.bayumukti.com/kisah-motivasi-dari-argo-sibocah-cilik/

ps: to share and remind my own self

Belajar dari Seorang Pianis Cilik

Jakarta, 13 Juli 2010

Belajar dari Seorang Pianis Cilik

Seringkali saat kita akan menggapai impian-impian besar kita, kita selalu dihantui rasa kegagalan dan bujukan-bujukan dari hati bahwa apa yang akan kita lakukan akan gagal. Terkadang kita ketakutan dan bingung oleh rasa tersebut. Ada sebagian kecil orang terus menerobos ketakutan tersebut dan berhasil menuju kesuksesan. Namun tidak sedikit pula, yang belum mencoba sudah ketakutan akan gagal. Untuk lebih detailnya mari kita pelajari cerita berikut ini

Di Rusia terdapat seorang ayah dan anak berumur 5 tahun yang hidup bersama. Karena sang ayah yang suka sekali kepada namanya pertunjukan piano sehingga anaknya yang masih kecil tersebut di sekolahkan pada sekolah piano ternama di rusia. Saat sedang ada konser piano dari salah seorang pianis terkenal di dunia, ayah tersebut langsung membeli 2 tiket untuk menontonnya. Saat konser piano tiba, Gedung tempat pertunjukan pianis ternama tadi sangat amat penuh oleh penonton dan pengunjung. Lampu di gedung tersebut dimatikan sebelum acaranya dimulai.

Tiba-tiba saja si anak kecil umur 5 tahun tadi tidak tahan duduk di kursi, langsung saja dia berkeliaran dan tiba-tiba saat panggung sedikit demi sedikit dibuka, si anak kecil tadi langsung naik keatas panggung dan mendekati piano. Ia langsung saja memainkan piano tadi dengan lagu twinkle-twinkle little star. Spontan saja petugas lampu sorot kaget karena belum saatnya sang pianis memainkan pianonya, dikarenakan belum ada aba-aba untuk memulai acara. Namun meskipun demikian si petugas tadi langsung saja menyorot bagian tempat piano. Tapi betapa kagetnya seluruh penonton dan petugas tadi ternyata yang memainkan piano tadi bukan sang pianis tapi seorang anak berumur 5 tahun.

Mengetahui hal tersebut sang pianis aslinya tidak marah ataupun mengusir anak kecil tadi pergi. Namun Ia langsung saja naik keatas panggung dan mengimbangi serta membenahi jika ada kesalahan dari sang bocah cilik tadi. Mereka berdua akhirnya berduet dengan solid dan bagus. Selesai acara pun semua penonton bersorak-sorai kagum pada kedua insan tadi. Yang satu adalah seorang pianis terkenal sedangkan yang satunya lagi adalah seorang bocah cilik yang dengan keluguannya, naik ke panggung dan bermain sesuai dengan apa kata hatinya.

Nah apa yang bisa diambil hikmahnya dari cerita diatas ?? Kita hendaknya dalam menggapai impian kita, kita bersikap seperti seorang bocah cilik tadi. Ia tidak pernah merasa takut dalam melakukan sesuatu yang ia inginkan, ia melakukan sesuatu sesuai kata hatinya, dan yang terjadi adalah ia sukses membuat penonton kagum padanya. Nah yang dapat kita petik dari seorang pianis terkenal adalah jikalau anda sudah menjadi orang sukses dan hebat jangan pernah mengira kesuksesan anda adalah hasil dari kerja keras anda dan jerih payah anda saja. Namun dibalik kesuksesan anda itu, pasti ada andil dari orang lain. Jadi hargailah orang lain, janganlah sombong saat anda sudah berada diatas.

Source: http://www.bayumukti.com/belajar-dari-seorang-pianis-cilik/