Manusia Unggul

Jakarta Selatan, 4 Desember 2009

Manusia Unggul

Untuk menjadi manusia unggul, jangan takut melangkah. Karena tidak ada manusia unggul yang zero mistake. Dan yang terpenting adalah kedisiplinan dalam mencapai target yang sudah disepakati bersama. – BJ Habibie, Media Pertamina.

Pagi ini Media Pertamina edisi terbaru telah tergeletak di meja kerjaku. Sekilas kulihat, lalu berpaling ke computer. Lalu kulihat lagi judulnya dan ada gambar pak Habibie disitu, siapalah yang tak mengenal bapak yang satu ini kan. Dan gambar ini menarik perhatianku sehingga halaman pertama Media ini pun kubaca dengan teknik skimming. Dengan segera kutemukan testimony dari pak Habibie, tertulis, “Untuk menjadi manusia unggul, jangan takut melangkah. Karena tidak ada manusia unggul yang zero mistake. Dan yang terpenting adalah kedisiplinan dalam mencapai target yang sudah disepakati bersama”. Great words, as he always does. Hmmm… jadi teringat sosok bapak cerdas ini beberapa waktu lalu di kampus ketika memberikan kuliah umum. Demi mengikuti kuliah umum ini aku rela bolos MK Agama (makanya agamaku dapet B, huhuu, alumni pesantren koq dpt B). Waktu itu beliau berorasi dengan berapi-api, bersemangat, dengan gaya bicaranya yang cepat dan dialek yang khas, dan tentu saja.. pemikiran yang cemerlang. Alhamdulillah bangsa Indonesia tentu bangga memiliki tokoh seperti beliau.

Wassalam.

Budi dan Rupa

Jakarta Selatan, 3 Desember 2009

Budi dan Rupa


Kalau menjerat burung Kedidi, janganlah senja baru ke taman

Kalau memikat idaman hati, janganlah rupa jadi taruhan, janganlah jangan rupa taruhan

Kalau ke laut susur gelombang, jangan kemudi patah daunnya

Kalau bertaut kasih dan sayang, jangan diuji dalamnya cinta, janganlah jangan diuji cinta


Kita berbudi orang merasa dik, biar sedikit dibawa mati

Kalaulah rupa taruhan jiwa dik, pudar sedikit berpaling hati

Kalau ingin berkasih harus bijak memilih, tebu teberau tidaklah sama

Kalau ingin bercinta bijak pilih permata, hidup bahagia sepanjang masa

Jangan renung apa dikata, renung niat setulus jiwa


Bagus yah kata-katanya? Ini lirik lagunya Siti Nurhalizah, one of my favorite artist. Bersahaja dan berkepribadian kuat. Di lirik ini, ada kata-kata yang tidak saya fahami, maklum ini bahasa melayu. But I think, overall, it has a good message. Mungkin seperti ini ya messagenya….. jika hendak memilih kekasih hidup, lihatlah agama dan akhlaknya, jangan hanya melihat paras dan kata2nya, karena keelokan paras dapat memudar dan kata2 boleh jd hanya selewat kata,  sedangkan akhlak jualah yg jadi sandaran, akhlak jualah yg kita hadapi setiap hari dalam menjalani kehidupan bersamanya. Dan bukankah Allah telah berfirman yg maksudnya, wanita beriman yg buruk rupa lebih baik dari wanita musyrik walaupun ia menarik hatimu. Wallahu alam.

Wa libasuttaqwaa dzaalika khair (dan pakaian taqwa itulah yang lebih baik).

– Wassalam –

Living Outside This Daily-Standard-Activity

Jakarta Selatan, 2 Desember 2009

Living Outside This Daily-Standard-Activity

Bangun pagi, mandi, siap2 ke kantor, ke kantor, ngambil air putih, bikin teh panas, duduk manis, buka email, liat pesan, buka my computer, kerja, sarapan, kerja, rehat siang, kerja lagi, sholat, kerja lagi, sore pulang…….. what a rutinity! They’re just emmm…. Boring :).

I think it is nice to have something outside them. Take another activity like a classroom, jogging, walking around with friends, go home (I miss mom & dad, hiks), etc.

I miss weekend so much. Because I’ll have many other activities to do there. Going to Bandung is one of my most top list agenda. I go there almost every weekend recently.

Last weekend, I spend my time in that place, a place where I took my Bachelor Degree, Bandung. Since it is a long weekend, I went there at Thursday. Not by trail or Cipaganti/X-trans travel like I always did (I was running out of ticket), but with a friend and their family. They are nice and I’d like to thank them for taking me with them. I spent the days by going to Salman attending my SPN classroom, jogging at Sabuga ITB, shopping with my brothers, and go for some Kuliners. In BIP, we bought 3 Adidas water-bottle, 1 for me and 2 for my little brothers (have I ever mention that I have 2 younger brothers?). And also several daily-needs tool for my brothers. It’s a fun time.

And for the next weekend, my friend’s wedding is a must to attend. I’ll be her wedding food Coordinator. I’m happy to take a responsibility in her most important day. But next weekend is also my last meeting for SPN (sekolah pra nikah) at Salman. I’ll miss the class =(.

And for the next next weekend? Where will I go? The SPN will be just finished. I probably will go there just once a month. Hmmm….. but there will be still liqo’ in Jakarta to attend. And I hope I’ll find a jogging track as soon as possible.

That’s all for today! Can’t wait for the weekend = )

Susahnya Menulis

Jakarta selatan, 1 Desember 2009

Susahnya Menulis

Sudah lama ga nulis di blog. Kering ide. Beberapa waktu yang lalu lagi banyak2nya ide tapi belum dituangkan ke tulisan jadi keburu menguap deh. Iseng-iseng browsing di internet akhirnya I found several tips for writing problems below.

1. Kering ide

Untuk mengatasi masalah ini adalah tulis apa saja yang bisa kita tulis. Mau telat ngantor, ketemu temen lama, bis olahraga, mau mendebat pendapat orang, ga setuju kebijakan pemerintah, tulis aja. Dari sini, lama kelamaan akan terbangun ‘sistem menulis’ serta ‘writing oriented’ dalam otak kita dan ide-ide pun semakin mengalir.

2. Sistematika menulis

Seringkali kita bingung how to start writing our ideas. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kekhawatiran-kekhawatiran takut tidak sesuai dengan kaidah menulis, takut tulisan tidak menarik, dll. Untuk mengatasi hal ini kita cukup menulis dengan bebas aja. Free writing. Tulis aja dulu semua yang ada di kepala. Urusan salah ketik, alur kemana-mana urusan belakang. Never try to edit them before we’d written them all. Karena hanya akan menghambat kelancaran ide. Nah, setelah seluruh ide telah dituangkan, barulah kita mulai membacanya ulang, mengedit jika ada tulisan yang salah, dll.

Ok, that’s all and keep on writing guys. Salam.