Shalawat Kepada Nabi

Jaksel, 11 Feb 2011

Shalawat Kepada Nabi

Imam Sufyan Ats Tsauri bercerita….Aku melihat seorang pemuda sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan tiada dzikir dan do’a yang keluar dari lisannya dari rukun ke rukun kecuali bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alahi wa sallam….Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad….Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad….Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad….dia tidak mengangkat kakinya untuk berdiri, meletakkan kaki untuk duduk, menggerakkan tangannya untuk mengambil sesuatu kecuali bersahalawat kepada Nabi SAW.

Dalam keheranan aku bertanya kepada pemuda itu….Wahai pemuda, mengapa engkau tinggalkan tasbih, tahmid dan tahlil dalam dzikir dan do’amu dengan hanya bershalawat kepada Nabi SAW ?….Siapakah engkau ?….tanya pemuda itu….Aku adalah Sufyan Ats Tsauri….Kalau engkau bukan orang yang alim dan abid di zamani ini maka aku tak akan membuka rahasiku….ucap pemuda itu kemudian bercerita….

Suatu hari ketika aku sangat muda, aku bersama ayahku berangkat dari Khurasan menuju Makkah untuk melaksanakan haji….Dalam perjalanan ayahku menderita sakit keras di suatu tempat yang tidak ada seorang manusia pun disana….Betapa kesedihanku menunggui ayahku yang demam badannya dan tidak mampu lagi berdiri dan berjalan….dan akhirnya ayahku meninggal dunia karena sakitnya tersebut….Dalam kekalutan, ketakutan dan kesedihan seorang diri di tempat yang tidak ada manusia yang bisa dimintai bantuan….Aku menutupi jasad ayahku dengan burdah / imamah nya….tetapi surban ayahku tak cukup menutup seluruh badannya….Kutarik surban itu ke atas untuk menutupi kepalanya maka kakinya terlihat….dan ketika kutarik surban itu ke bawah untuk menutupi kakinya maka kepalanya terlihat….dan betapa kagetnya aku ketika melihat wajah kepala ayahku berubah menjadi kepala seekor himar ( kuda )….Aku menangis se jadi – jadinya disana sendiri sampai aku kepayahan dan tertidur….

Dalam tidurku aku melihat seorang yang sangat tampan, putih dan bersih dan belum pernah aku melihat pria setampan dia, berpakaian sebersih pakainnya dan berbau seharum bau tubuhnya….Ia berjalan mendekati jenazah ayahku kemudian menyingkap kain surban yang menutupi wajahnya….Kemudian dia mengusapkan tangannya ke wajah ayahku….Seketika wajah ayahku yang semula seperti himar segera berubah menjadi seperti sediakala bahkan terlihat lebih putih kulitnya….Setelah itu laki – laki itu segera hendak pergi namun aku mengejarnya dan memegang bajunya….Aku bertanya kepadanya….Siapakah engkau sebenarnya ?….Semoga Allah merahmatimu….Kedatanganmu sungguh merupakan karunia Allah bagiku….

Laki – laki itu kemudian berkata….Tidakkah engkau mengenaliku ?….Aku Maulana Muhammad bin Abdullah….Kepadaku Al Qur’an telah diturunkan….Sesungguhnya aku diberitahu oleh Jibril as bahwa ada seorang yang menyia – nyiakan dirinya dimana kehidupannya banyak bersinggungan dengan hal – hal yang subhat bahkan ribawi….namun dia istiqamah untuk bershalawat kepadaku dalam waktu – waktu luangnya bahkan setiap menjelang tidurnya dia selalu bershalawat sedikitnya 100 kali kepadaku….Ketika mengalami apa yang sedang dia alami dalam kesulitannya maka aku datang menolongnya karena aku adalah penolong bagi orang yang banyak bershalawat kepadaku.

Ketika aku terbangun dari tidurku kulihat wajah ayahku telah berubah seperti sediakala dan nampak putih berseri….Maka sejak saat itu dalam kondisi apapun dan bagaimanapun di luar ibadah shalatku maka aku selalu bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam.

[ Kitab Tuhfah Al Asyraf – Hikmatul Yamaaniyyah – Kalam Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin ‘Abdurrahman As Seqqaf ]

Source: Keluarga Sakinah’s note @Facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s