Kuliah, Keluarga, dan Karir

Jakarta Selatan, 22 September 2010

Kuliah, Keluarga, dan Karir

Bismillah…

Sebagaimana judulnya, Kuliah, Keluarga, dan Karir, maka topik inilah yang akan kubahas di blogku pada kesempatan kali ini.

Teringat dengan pertanyaan dari User (yang ternyata adalah Manajer Teknik&Produksi Fasilities, alumni Elektro itb angkatan’83) saat wawancara Pertm*na EP 2 th yang lalu, saat itu bapak itu bertanya, “yang mana lebih kamu dahulukan, kuliah atau kerja?” lalu aku jawab, “dua-duanya pak”. Sebelumnya, bapak itu menganalisa bahwa dari CV-ku, tampaknya aku lebih cocok jadi dosen katanya. Yaa.. ilmu tu mmg menarik buatku, makany dlu rajin ikut seminar semasa dikampus :D. Sebaik-baik warisan adalah ilmu pengetahuan kata Ali bin Abi Thalib ra mah. And my parents are teachers. I grow in those kind of environment, jadi wajarlah kalau suka ilmu :)

Ok, balik ke wawancara dengan bapak itu. Bapak itu bertanya demikian karena sebelumnya beliau bertanya apa rencanaku ke depan. Saat itu aku diwawancarai oleh 3 orang, 2 user dan 1 dari HRD. Lalu ibu yang dari HRD nanya juga, “menurut kamu definisi wanita sukses itu bagaimana?” waktu itu aku memberi jawaban bahwa wanita sukses adalah yang seimbang. “Maksudnya?” tanya ibu itu lebih lanjut. “Maksudnya yang seimbang antara keluarga dan karirnya bu”, kataku. Nah itu jawabanku saat itu ya, 2 tahun yang lalu. Nah, klo skrg? tampaknya seiring berjalannya waktu, bertambahnya perenungan, dan hasil observasi, terjadi pergeseran jawaban nih skrg :). Mana waktu itu ibu itu bertanya lagi, “bagaimana kalau kamu menikah dengan orang yang tinggalnya di sorong misalnya ? (mksdny beda kota dg sy)” hmm…. waktu itu aku menjawab xxxxx (rahasia aja ya). Yang jelas mereka bertiga jadi tertawa mendengar jawabanku, padahal aku menjawabnya dengan sungguh2, koq ditertawakan, hiks… (maybe because it’s a too ideal answer, which is difficult in realization)

Lalu setelah beberapa waktu ternyata aku diterima dan ditempatkan di Jakarta, aku bertemu lagi ma ibu HRD dan bapak user itu. Waktu kusapa alhamdulillah mereka masih ingat. Ibu itu sempet berpesan, “yang tough ya..” hmm… insyaAllah bu’, hanya sj terkadang ada pertimbangan lain :)… walhasil terkadang pengen bertahan, terkadang pengen q*it. Tergantung pd 1 hal, we’ll see then… :)

*writing is pending, to be continued…..

Continued…

Hmm… setelah saya fikir-fikir, diantara ketiga hal diatas; kuliah, keluarga, dan karir,, maka saya lebih mengutamakan keluarga. Karena hal itulah yang akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Allah tidak akan bertanya bagaimana pekerjaan kita, bagaimana karir kita apakah lancar, bagaimana kuliah kita apakah nilainya bagus-bagus etc. Adapun jika alasan bekerja atau menuntut ilmu adalah juga demi keluarga dan atau untuk meningkatkan kapasitas didalam mendidik anak, saya kira bisa difikirkan lebih lanjut, didiskusikan bersama agar dapat diambil keputusan terbaik untuk kebaikan bersama. Wallahu ‘alam.

Sekian, Wassalam.

*note: membaca tulisan ini berasa seperti membaca tulisan yang tak jelas kerangka serta tak menentu arahnya y.. heheh =)

3 thoughts on “Kuliah, Keluarga, dan Karir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s