Meniti Takdir Terbaik (Summary Ceramah)

Menara Standard Chartered, 16 Agustus 2010

Meniti Takdir Terbaik (Summary Ceramah)

Bismillahirrahmanirrahim

Pada bulan Ramadhan, setiap siang dilaksanakan sholat dzuhur berjamaah dikantorku yang diikuti dengan ceramah selama kurang lebih 45 menit. Pada siang ini temanya adalah Meniti Takdir Terbaik yang dibawakan oleh ustadz dari Betawi bernama Ust. Zein Rofiq Fahruddin.

Beliau memulai ceramahnya dengan sebuah hadits yang kurang lebih begini maksudnya, ‘Barangsiapa yang dikehendaki baginya kebaikan, maka akan difahamkan baginya agama, dizuhudkan dunia dihadapannya, dan akan sering dia melakukan introspeksi diri’ (saya masih mencari teks aslinya, belum nemu). Ustadz tersebut mengatakan bahwa takdir itu ada 2, baik dan buruk, dan kedua-duanya dari Allah. Jika kita ingin mengetahui apakah takdir yang sedang kita jalani itu adalah baik, maka dengan mengacu ke hadits diatas, kita dapat mengenalinya. Berikut ulasannya masing-masing:

1. Bertambah faham tentang agama

Dalam hadits lain, Rasul bersabda: “Artinya : Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka akan difahamkan dalam urusan agama. ” HR. Bukhari – Muslim.

Tetapi agama yang bagaimana? Di jaman Rasul, jika terjadi pertentangan maka Allah memberi tahu solusinya melalui Rasul. Namun di jaman sekarang, umat Islam terpecah-pecah. Bagaimana solusinya? menurut ustadz ini ikutilah kesepakatan jumhur ulama dan bukan mengikuti ormas/kelompok kita saja. Selain itu, lakukan lah sedikit evaluasi bercermin diri, apakah kelompok yang kita ikuti sedang membawa kita kepada kebenaran? sedang membawa kita kepada kebaikan? apakah kelompok kajian yang kita ikuti membuat akhlak kita semakin baik? semakin lembut? atau malah semakin eksklusif dan mudah menyalahkan orang lain (ehm …)? Karena perlu kita ingat kembali sabda rasul yaitu: “tidaklah aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak.” HR. Muslim.

2. Sifat zuhud

Definisi sifat zuhud menurut penjelasan ustadz Zein adalah: Menggunakan semua yang kita miliki untuk beribadah kepada Allah swt. Apakah itu diri kita, badan, telinga, mata, kaki, tangan, harta kita, dsb.

3. Introspeksi diri

Jika kita dikehendaki oleh Allah menuju takdir yang baik, maka salah satu tandanya adalah kita akan sering mengintrospeksi diri kita sendiri. Saya kira cukup jelas ya… hehe…

Saya kira itulah summary singkat dari ceramah di kantorku siang ini, semoga sharing ini bermanfaat bagi diri sendiri khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Hanya kepada Allah saya memohon ampunan dan kepada manusia yang pernah saya sakiti saya meminta maaf.

Nuun, wal qalami wa maa yasthuruun, wassalamu ‘alaykum warahmatullaahi wa barakaatuhu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s