A Piece of My Mind While Reading

On Earth, somewhere in jkt, 5 Februari 2010

A Piece of My Mind While Reading

Media Pertamina (yang ini koran) dan Warta Pertamina (yang ini majalah) terbaru are coming, sudah ada di mejaku. Sekilas pandang, lebih tertarik membaca Warta Pertamina, tapi sebelumnya kusempatkan sekilas membuka halaman-halaman Media Pertamina. Setelah itu kuberalih ke Warta Pertamina. Didalamnya diantaranya ada pak Habibie dan Rudi Rubiandini.

Pertamina Harus Mampu Jadi Lokomotif Pembangunan, itu judul dari artikelnya pak Habibie. Hmm.. iya sih pak, denger-denger Pertamina itu backbone-nya Indonesia sejak dulu. Ini cukup terlihat dari share yang wajib disetor ke pemerintah. Anyway, dari artikel inilah aku baru tau kalau pak Habibie dulu pernah menjadi penasehat Direktur Utama Pertamina pada masa jabatannya pak Ibnu Sutowo (Dirut pertama). Lalu aku juga baru tau kalau BPPT itu asal mula dari ATTP (Advanced Technology & Teknologi Penerbangan Pertamina), dan pak Habibie juga ikut andil dalam pembentukannya. Hmm….. New info for me.

Selanjutnya adalah artikel hasil wawancara dengan Rudi Rubiandini, alumni tm itb yang kemudian melanjutkan sekolahnya ke Technische Universitaet Clausthal, Jerman. Judul artikel beliau adalah Pertamina Perlu Mega Project. Inti dari wawancaranya berkisar pada produksi, budgeting, dan strategy. Ya, tidak akan jauh-jauh dari situ. Selayaknya sebuah bisnis, komponen dasarnya pastilah tentang how (operasional) and how much (benefit). Anyway, ada statement pak Rudi yang cukup sering menjadi perbincangan dan sering kudengar dari beberapa teman yaitu, ‘ SDM Pertamina hebat, cuma ada satu hambatannya. Condusif system yang masih harus diperbaiki’.

Sistem dan SDM, keduanya adalah komponen mendasar yang dibutuhkan untuk menjadikan sebuah perusahaan lebih baik dan memiliki nilai lebih. Nah, didalam perusahaan itu sendiri, sistem ini dibangun oleh siapa? tak jarang terdengar percakapan internal yang mengatakan bahwa ‘memang sudah seperti ini sejak dari dulu’, atau ada yang bilang ‘Pertamina memang begitu budayanya’. Wah, ini alasan yang tidak kusukai, tampak tidak ada itikad untuk memperbaiki. Karyawan kan masuk dan keluar, berganti terus. Jika sistemnya tidak membaik, berarti tidak ada yang memperbaikinya. Apakah HRD salah rekrut karyawan? mungkin juga. Atau mungkin perlu juga divisi HRD ini diisi oleh orang-orang dengan high-competency (apakah ini berarti yang sekarang belum high-competency? mari mengukur diri masing-masing). Karena merekalah yang membuat aturan-aturannya, mereka yang membuat sistemnya. Entahlah, bingung juga sebenarnya yang berperan dalam hal ini komponen mana saja?

Saya jadi teringat HRD-nya Cophi, they’re good. Presentasi perusahaan mereka adalah yang terbaik dan terkompak yang pernah saya hadiri sewaktu kuliah dulu, compare to others. Walaupun hanya presentasi, tapi itu sedikit banyak merepresentasikan bagaimana perusahaan mereka. First impression.

Kembali ke Pertamina, jadi bagaimanakah transformasi Pertamina pada akhirnya? Hmm.. we’ll see. Yang jelas, selalu sisakan ‘hopes’ agar mimpi senantiasa dapat dikejar.

*karyawan yg msh bingung dg sistem perusahaan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s