Budi dan Rupa

Jakarta Selatan, 3 Desember 2009

Budi dan Rupa


Kalau menjerat burung Kedidi, janganlah senja baru ke taman

Kalau memikat idaman hati, janganlah rupa jadi taruhan, janganlah jangan rupa taruhan

Kalau ke laut susur gelombang, jangan kemudi patah daunnya

Kalau bertaut kasih dan sayang, jangan diuji dalamnya cinta, janganlah jangan diuji cinta


Kita berbudi orang merasa dik, biar sedikit dibawa mati

Kalaulah rupa taruhan jiwa dik, pudar sedikit berpaling hati

Kalau ingin berkasih harus bijak memilih, tebu teberau tidaklah sama

Kalau ingin bercinta bijak pilih permata, hidup bahagia sepanjang masa

Jangan renung apa dikata, renung niat setulus jiwa


Bagus yah kata-katanya? Ini lirik lagunya Siti Nurhalizah, one of my favorite artist. Bersahaja dan berkepribadian kuat. Di lirik ini, ada kata-kata yang tidak saya fahami, maklum ini bahasa melayu. But I think, overall, it has a good message. Mungkin seperti ini ya messagenya….. jika hendak memilih kekasih hidup, lihatlah agama dan akhlaknya, jangan hanya melihat paras dan kata2nya, karena keelokan paras dapat memudar dan kata2 boleh jd hanya selewat kata,  sedangkan akhlak jualah yg jadi sandaran, akhlak jualah yg kita hadapi setiap hari dalam menjalani kehidupan bersamanya. Dan bukankah Allah telah berfirman yg maksudnya, wanita beriman yg buruk rupa lebih baik dari wanita musyrik walaupun ia menarik hatimu. Wallahu alam.

Wa libasuttaqwaa dzaalika khair (dan pakaian taqwa itulah yang lebih baik).

– Wassalam –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s